Jika kita telusuri pada fungsi semua burung merpati (columbia livia) maka dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
- merpati hias ( fancy breed)
- merpati pos, merpati tinggian ,& balap ( performing breed)
- merpati pedaging (utility breed)
Menurut hasil riset Tim Guilford, peneliti dari Universitas Oxford, merpati memiliki kemampuan navigasi alami melalui bantuan gravitasi bumi dan cahaya matahari. Layaknya alat global positioning system (GPS) yang berbasis satelit di kendaraan bermotor. Inilah yang menjawab mengapa merpati bisa menentukan lokasi rumah dan pasangannya secara tepat. Selain itu merpati mempunyai sifat setia dan damai (sehingga dipakai menjadi lambang perdamaian dunia), merpati hampir tidak mempunyai sifat kanibalisme walaupun ditempatkan dalam satu kandang, merpati mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memilih pasangan sendiri, bersifat monogami, dan mempunyai sifat sense of location dalam waktu yang lama dan dalam jarak yang jauh.
Dahulu merpati tinggian maupun merpati balap yang dikembang biakkan merupakan keturunan dari jenis merpati karang/rock pigeon, dalam perkembangan selanjutnya merpati lokal atau merpati biasa dan juga merpati pos agak ditinggalkan oleh para penggemar dan mereka beralih ke merpati dari luar. Diantaranya jenis Carrier Pigeon dari Timur Tengah dan Modern Racing dari Belgia. Namun, karena kedua jenis merpati ini memiliki kelemahan, yang satu mampu terbang sejauh 200 km sedangkan yang satunya lagi memiliki gaya menukik/terjun yang bagus.
Saat ini kami peternak merpati berupaya mengembang biakkan persilangan antara Merpati Tinggian Lokal dengan Merpati Balap Lokal yang memiliki beberapa keunggulan, agar tercipta merpati dengan gaya terbang yang bagus, mampu terbang cepat, mampu terbang tinggi, mampu terbang dalam waktu yang lama, mampu menukik/terjun dengan sangat cepat, dan mampu mendarat/landing dengan sempurna, dan yang pasti merpati-merpati yang memiliki kecerdasan/intelegensia yang bagus,karakter/sifat yang bagus, serta memiliki fisik/anatomy yang bagus pula. Oleh karena itu, kami peternak dituntut untuk mampu mengembang biakkan sendiri secara persilangan dan mampu merawat sejak dari penetasan sampai menjadi merpati siap tanding di arena lomba.

ane dah sering banget dpt merpati nyasar(bandangan)bulan kemarin ane dpt megan batik badan kapas (stempel LAPAK PUTIH ada gambar burungnya)di bayarin teman ane untuk main kolongan,dan hasilnya 100% ga pernah gagal,sekarang ada lagi bandangan warna teritis batu mata jagung rampas 2 kali(stempel K MERAH TST),ane hobi burung dari kecil tahun 1989…